Arsip Kategori: dunia islam

Kisah Nyata Gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah

Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan
gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya.

Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan
tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu bara’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… “

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan ,
Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai malam sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari fihak rumah sakit memberitahu ayah bar’ah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telfon, sehingga ayah bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar `ah belum selesai sampai di sini… berita kematian ayahnya yang disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya , dan oleh orangtua teman-teman sekolah bar’ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar `ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan , dan setelah beberapa kali tes di dapati bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan bar’ah kala itu: “Alhamdu lillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tua saya.”

Semua teman-teman dan keluarga terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah

Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurus nya … ia mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar’ah …

http://www.youtube.com/watch?v=NnNS9ID9Ecw
Link Bar’ah recited

Mereka menghubungi lagi Bar’ah sebelum ia pergi ke Coma(nama kota) dan dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasheed …

http://www.youtube.com/watch?v=yD5S-jtxFls
Link Bar’ah Nasheed

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter memutuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan

Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan bagi saudara-saudara kita di seluruh dunia.

Video bar’ah lainnya .. .

http://www.youtube.com/watch?v=gkIO02s6Ywg

Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=378808836323&comments


Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Sumber : http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/#more-865


Kegagalan Israel di Gaza

israel-biadab Setelah 22 hari menggempur Jalur Gaza, Israel secara sepihak akhirnya menyatakan gencatan senjata. Meski demikian, pasukan Zionis masih melakukan serangan di berbagai titik di Gaza dan tentara-tentara Zionis itu masih belum mampu menguasai kota Gaza seluruhnya.

Gencatan senjata dari pihak Israel, diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam keterangan persnya di Tel Aviv. Ia mengklaim bahwa Israel telah mencapai target agresinya ke Jalur Gaza yang telah ditetapkan oleh kabinetnya.

Israel mulai memberlakukan gencatan senjata pada Minggu (18/1) pukul 02.00 dinihari waktu setempat. Namun dalam gencatan senjata itu, Israel tidak menyinggung masalah penarikan pasukannya dari Jalur Gaza dan pencabutan blokade di Gaza seperti tuntutan Hamas. Israel juga mengancam akan kembali menyerang Gaza jika pejuang Palestina menembakkan roketnya.

Hamas sendiri berpandangan ini bukan gencatan senjata sejati. Osama Hamdan, pejabat Hamas di Lebanon mengatakan ini adalah pernyataan kegagalan operasi militer Israel. “Satu-satunya keberhasilan mereka adalah membunuh warga sipil dan mereka tidak berhasil menghancurkan sasaran yang mereka inginkan,” ujar Hamdan.

“Sasaran mereka adalah mengubah situasi di Gaza, menghancurkan Hamas di Gaza dan menghentikan serangan roket. Semua itu tidak tecapai. Kemarin 39 roket ditembakkan ke arah pemukiman Yahudi.”

Sejak awal memang apa yang menjadi target sesungguhnya Israel menyerang Gaza masih simpang siur. Kalau tujuannya adalah untuk menghancurkan Hamas maka bisa disebut Israel gagal. Pernyatan gencatan senjata secara sepihak oleh Israel dan penegasan Hamas itu, membuktikan bahwa Israel tidak mampu menumbangkan Hamas, apalagi sampai hari ke-23 pasukan Zionis juga masih belum bisa menguasai Gaza sepenuhnya. Tampaknya, pemerintah Israel takut, kegagalan mengalahkan Hizbutllah di Lebanon Selatan terulang kembali.

Pengakuan kegagalan Israel juga muncul dari kepala intelejen dalam negeri Israel (Shin Bet), Yuval Diskin mengatakan, pasukan Israel tidak berhasil membumihanguskan seluruh terowongan-terowongan yang dibangun Hamas. Usai rapat kabinet hari Minggu kemarin, Diskin mengakui bahwa Tel Aviv gagal mencapai tujuan perangnya ke Jalur Gaza dan gagal melucuti persenjataan Hamas. Karena terowongan-terowongan yang dibangun Hamas, yang diklaim Israel sudah berhasil dihancurkan, masih ada. Diskin juga menyatakan, Hamas akan mampu memulihkan persenjataannya dalam jangka waktu singkat.

Begitu juga dengan Partai Likud, partai oposisi pemerintah Israe, juga menilai Israel tidak berhasil mencapai tujuan perangnya ke Jalur Gaza.Anggota Parlemen Partai Likud, dan pakar di bidang hukum, Yisrael Katz, menyatakan agresi militer Israel ke Gaza, mengalami kegagalan. Israel tidak mencapai tujuannya. Dan, menimbulkan ratusan korban dikalangan militernya.

Kemungkinan genjatan senjata sepihak ini bisa disebut sebagai ‘exit strategi’ Israel untuk keluar dari medan pertempuran tanpa tanpa kehilangan muka. Untuk itu Israel menunjukkan seolah-olah tindakannya adalah hasil perundingan dengan Mesir dan Amerika Serikat. Dengan genjatan senjata ini juga seolah-olah Israel mematuhi resolusi PBB 1860 yang meminta kedua belah pihak melakukan genjatan senjata.

Demikian juga kalau target serangan barbar Israel ke Gaza adalah untuk menguatkan posisi Mahmud Abbas dengan Fatahnya untuk menggantikan posisi Hamas di Gaza, juga bisa disebut gagal. Yang terjadi malah sebaliknya, dukungan rakyat Palestina dan dunia Islam kepada Hamas semakin menguat. Sementara Abbas malah semakin kehilangan pamor, karena hanya diam dan seolah menyetujui pembantaian rakyatnya sendiri di Gaza.

Sebuah polling yang dilakukan Pers TV menunjukkan bahwa mayoritas responden meyakini Israel tidak akan bisa menghancurkan Hamas. Dari 26.385 responden, 76 persen menyatakan Hamas akan mengalahkan Israel dalam perang darat. Selain itu, 35 persen responden menyatakan agresi brutal Israel ke Jalur Gaza, akan menyatukan umat Islam dan umat Islam akan memberikan bantuan pada rakyat Palestin

Perang biadab di Gaza ini juga malah membuat Israel semakin kehilangan posisi terhormat di dunia internasional. Israel kalah dari segi diplomasi dan opini internasional, meskipun tentu saja Israel tidak begitu peduli hal itu. Dunia internasional bagaimana negara Zionis ini melakukan pembunuh massal (genocide) yang sadih dengan korban kemungkinan bisa mencapai angka 2000 orang, sebagian besar diantaranya adalah anak-anak. Wajah Israel semakin tercoreng di mata dunia internasional terutama dari kalangan rakyat . Tentu saja berbeda dengan sikap pemerintah Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya tetap teguh membela Israel.

Dua negara Amerika latin penentang utama Amerika Serikat, Bolivia dan Veneuzela tidak hanya memutus hubungan dipolomatik dengan Israel tapi mengusir diplomat Israel dari negara itu. “Pengadilan Nurnberg akan menunggu Anda di masa datang untuk mengadili anda sebagai penjahat perang,” kata Duta Besar dari Venezuela, Julio Escalona, pada tanggal 7 Januari kepada orang-orang Israel. Tidak hanya itu Vatikan yang biasanya menahan diri mengecam Israel secara terbuka, kali ini bicara cukup keras dengan menyebut kondisi Gaza sekarang mirip kamp konsentrasi dimasa Nazi.

Demontrasi menentang kekejian Israel terjadi dimana-mana. Bukan hanya di dunia Islam tapi juga di Barat. Puluhan ribu orang turun di pusat-pusat kota di Eropa untuk menentang kebiadaban Israel. Sementara hampir seluruh dunia Islam marak terjadi demontrasi menentang kebiadaban Israel , sikap diam penguasa Islam dan Amerika Serikat yang tetap setia membela Israel.

Sejumlah wartawan dan komentator menunjukkan kritiknya secara terang-terangan. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut: Profesor Avi Shlaim, menulis di The Guardian edisi 7 Jan 2009, dengan mengatakan bahwa Israel “telah menjadi sebuah negara preman (rogue state), yang dipimpin oleh sejumlah pemimpin yang sama sekali tidak bermoral.” Shlaim, yang merupakan mantan pejabat tentara Israel, melanjutkan penjelasan atas istilah yang dia pakai itu.

“Sebuah negara preman (rogue state) biasanya melanggar hukum internasional, memiliki senjata pemusnah masal dan melakukan praktek terorisme – menggunakan kekerasan terhadap warga sipil untuk tujuan politik. Israel memenuhi ketiga kriteria itu,” ujarnya.(Farid Wadjdi)


gaza tonight

we will not go down (gaza tonight)

(Composed by Michael Hearthamas-girls1

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down hamas-rally-3-nov-483
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the paino91zcz
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Pembantaian Gaza, Masalah Agama !

gaza-berdarah19-0HTI-Press. Masalah Palestina bukanlah persoalan agama, agama jangan dikait-kaitkan dengan masalah ini, pembantaian Gaza adalah persoalan kemanusiaan. Berulang-ulang opini ini dilontarkan oleh kelompok liberal-sekuler. Bahkan Presiden SBY pun ikut-ikutan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, usai bertemu dengan Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/1), tidak menginginkan konflik antara Israel dan Palestina diseret-seret kepada konflik antar agama.

Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa konflik di Palestina merupakan konflik kedaulatan, bukanlah konflik antar agama. Lebih lanjut, Presiden Yudhoyono mengatakan serangan Israel adalah sebuah tindakan yang berlebihan sehingga mengakibatkan korban sipil yang begitu banyak.

Pernyataan Palestina bukan masalah agama jelas penyesatan pemikiran sekaligus penyesatan politik. Kita perlu tegaskan pembantaian lebih dari 900 saudara kita di Palestina adalah masalah agama. Memang pembantaian penduduk yang tidak bersalah yang kebanyakan diantaranya adalah anak-anak, penghancuran masjid, penggunaan senjata kimia posfor putih yang mengerikan adalah cerminan kebiadaban Israel yang merupakan persoalan kemanusiaan (humanity).

Namun dalam Islam persoalan humanity ini adalah persoalan agama (Islam). Islam mengharamkan pembunuhan manusia baik muslim atau non muslim tanpa alasan yang hak (yang dibenarkan) oleh hukum syara’. Begitu pentingnya nyawa ini sampai-sampai Rasulullah Saw. menjelaskan dengan gamblang dalam haditsnya bahwa hancurnya bumi beserta isinya adalah lebih ringan bagi Allah SWT dibanding dengan terbunuhnya nyawa seorang muslim tanpa alasan yang hak. Terbunuhnya satu orang muslim saja sudah dikecam oleh Rosulullah Saw. apalagi ratusan bahkan ribuan nyawa seperti yang terjadi di Palestina sekarang.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk muslim tapi juga non muslim. Dalam Islam, Ahlul Dzimmah, orang kafir yang menjadi warga negara Daulah Khilafah Islam harus dilindungi. Rasulullah Saw. sampai-sampai mengatakan siapa yang menyakiti mereka (non muslim ahlul dzimmah) berarti telah menyakiti Rosulullah Saw.

Pembantaian Gaza adalah persoalan agama dalam Islam. Berdasarkan syariah Islam haram hukumnya bagi seorang muslim membiarkan saudaranya sendiri didzolimi, disakiti, apalagi dibunuh secara masal seperti yang terjadi di Gaza saat ini. Rasulullah Saw menggambarkan hal ini dengan perumpamaan yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Rasulullah Saw menggambarkan persaudaraan umat Islam (al-ukhuwah al-islamiyah) seperti satu tubuh. Kalau salah satu tubuh kita sakit , maka tubuh yang lain juga menjadi sakit. Tangis ,rasa sakit, kematian saudara kita di Palestina, juga berarti penderitaan kita. Apalagi di Palestina terdapat masjid al Aqsho yang jelas sangat berhubungan dengan masalah keagamaan seperti yang diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Isra’.

Tidak hanya itu agama Islam memberikan solusi yang kongkrit kalau terjadi pembantaian yang dilakukan musuh yang menyerang dan menjajah negeri Islam seperti yang terjadi di Palestina sekarang. Hukumnya adalah fardhu ‘ain (wajib bagi tiap individu) penduduk yang diserang dan diduduki untuk melakukan perlawanan , jihad fi sabilillah sampai tetes darah penghabisan. Kalau mereka belum mampu, maka kewajiban itu berlaku bagi kaum muslim lain yang ada disekitarnya, hingga seluruh dunia.

Tentang masalah ini Imam Nawawiy menjelaskan, “Madzhab kami berpendapat, hukum jihad sekarang ini adalah fardlu kifayah, kecuali jika kaum kafir menyerang negeri kaum muslim; maka seluruh kaum muslim diwajibkan berjihad (fardlu ‘ain). Jika penduduk negeri itu tidak memiliki kemampuan (kifayah untuk mengusir mereka), maka seluruh kaum muslim wajib berjihad hingga kewajiban itu tersempurnakan (mengusir orang kafir).”[1]

Hal yang sama dinyatakan Imam Ibnu Taimiyyah, “Jika musuh telah memasuki negeri Islam, tidak ada keraguan lagi, penduduk terdekat wajib mengusir musuh. Jika tidak mampu maka penduduk yang lain wajib berjihad (hingga meluas ke seluruh negeri Islam). Sebab, seluruh negeri Islam adalah satu kesatuan yang tidak terpisah.”[2]

Jadi yang disebut masalah agama dalam Islam bukan hanya persoalan ibadah mahdhoh seperti sholat atau puasa. Pembunuhan terhadap manusia, kemiskinan, ekonomi, politik, pendidikan, semuanya adalah masalah agama yang diatur Islam secara rinci. Islam juga memberikan solusi yang kongkrit terhadap persoalan-persoalan itu.

Mengatakan Palestina bukan persoalan agama adalah pandangan sekuler. Pandangan ini ingin memisahkan Islam dengan politik, ekonomi, dan persoalan sosial. Inilah yang membuat agama menjadi mandul untuk menyelesaikan persoalan manusia. Agama kemudian hanya sekedar nilai-nilai moral yang bersifat anjuran.

Pandangan sekuler seperti ini sekaligus mencerminkan kekhawatiran musuh-musuh Islam. Sebab, kalau umat Islam menyadari masalah ini adalah masalah agama, umat Islam akan berbondong-bondong melakukan jihad fi sabilillah membebaskan Palestina. Inilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam itu. Apalagi kalau jihad fi sabilillah itu dilakukan oleh seluruh umat Islam di dunia dibawah kekuatan politik Khilafah Islam. Kalau umat Islam melakukan ini Israel pasti bisa dikalahkan, termasuk negara pendukung utamanya Amerika Serikat dan sekutunya. Inilah yang mereka takuti. (Farid Wadjdi)



[1] Imam Nawawiy, Syarah Shahih Muslim, juz 8/63-64

[2] Imam Ibnu Taimiyyah, al-Ikhtiyaraat al-’Ilmiyyah, juz 4/609; lihat juga Imam al-Syafi’iy, al-Umm, juz 4/170; al-Kasaaiy, al-Badaai’ al-Shanaai’, juz 7/98; al-Dardiri, Syarah al-Kabiir; juz 2/174-175


Palestina kembali mengangis!!!

Sehari sebelum kaum muslimin dibelahan dunia merayakan pergantian tahun baru islam… ‘israel’ sebuah negara tanpa negara, sebuah negara yang dihuni oleh ‘setan-setan’ berwujud manusia… sebuah tempat yang tak layak ditempati oleh makhluq terkutuk di bumi ini.. israel la’anatullah ‘alaih… telah melancarkan Roket ke negara yang diberkahi ‘Palestina’ … serangan Israel yang membabi buta telah memakan korban, data terakhir dari media elektronik [TV One. Red] hampir 500 lebih korban Palestina  meninggal, 2000 lebih korban luka-luka. Dari PBB sendiri mengabarkan sekitar 25 persen korban tewas adalah warga sipil. Sampai detik ini, PBB tidak melakukan apapun kecuali hanya mengimbau, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Liga Arab tidak melakukan apapun selain mengecam, sedangkan Israel terus membantai. Mesir dan negri-negri kaum muslimin lainnya hanya bisa ‘diam’, hanya bisa melihat, dan hanya bisa menyaksikan saudaranya dibantai secara membabi buta oleh musuh mereka yaitu Israel. Para pemimpin di Negri kaum muslimin apa yang telah mereka lakukan, mereka hanya bisa ‘duduk manis’ menyaksikan saudaranya dibantai, mereka yang memiliki kekuatan, kenapa enggan menggunakan kekuatan tadi untuk melindungi saudara kita di Palestina?!.. Mesir dan Yordania [dekat dengan perbatasan Palestina, Red] sampai sedik ini enggan membuka wilayah perbatasannya, Indonesia hanya bisa mengecam, negara-negara Arab yang terhimpun dalam Liga Arab-pun hanya bisa mengecam.
Sungguh apa yang dilakukan untuk menolong saudara-saudara kita di Palestina tidak hanya cukup dengan mengecam! Tidak hanya cukup dengan mengirimkan Bantuan, baik berupa makanan, obat-obatan dan Dokter Relawan!
Apa yang dilakukan oleh para pemimpin di Negri-Negri Islam amat teramat sedikit sekali rasa malu mereka, mereka hanya bisa mengecam. Padahal mereka memiliki kekuatan berupa kekuasaan di wilayahnya! Seagaimana seorang jendral yang menyuruh pasukannya untuk berperang pasti akan dilaksanakan.
Sungguh apa yang membuat Israel terus-menerus membantai Palestina yang tak kunjung selesai adalah karena mereka melihat dengan berani Palestina dan kaum muslimin sebagai ‘wujud yang tidak memiliki kekuatan’, mereka ada dan banyak tapi tidak bisa melawan, mereka ada dan banyak tapi tidak bisa bersatu..  ketahuilah kenapa Israel begitu Kuat dan barani dengan tindakannya untuk membantai kaum muslimin karena dia ditopang oleh Ideologi Kapitalisme yang dikomandai oleh AS..  maka untuk melawannya pun harus dengan ideologi lagi dan ideologi tersebut harus diterapkan dalam sebuah negara agar kekuatannya sebagai sebuah ideologi terlihat, yaitu idelogi islam. Dan Islam telah Menjelaskan kepada kita, untuk menerapakan idelogi [keyakinan dan aturan islam, Red] harus dalam bentuk negara [daulah, Red] di bawah satu kepemimpinan [Khilafah, Red] yang kelak akan menyatukan seluruh kaum muslimin di berbagai Dunia dan dikomandai oleh seorang pemimpin [Khalifah, Red]
Dua kata untuk Israel ; lawan-hancurkan!!!
Satu kata untuk umat islam ; satukan!
Dua kata untuk menyatukan umat islam ; syariah-khilafah [terapkan-tegakan, Red]
Sungguh kami mengajak anda semua untuk menjadi pejuang-pejuang islam yang akan membawa anda kepada kemuliaan di dunia-akhirat.

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban
Az Zukruf ; 4
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Al Ma’idah ; 50


pengumuman!!

kmn-mhti


Derita Muslim Minoritas di India

india_cp_6137714 Lebih kurang 2000 muslim dibunuh, diperkosa dan dibakar hidup-hidup dalam kerusuhan di Gujarat India Februari 2002 .Dimana dunia saat itu ?

Masjid Babri di Ayodhya dihancurkan oleh militan Hindu pada 1992 , dimana dunia saat itu? (jeritan muslim India)

Pasang-Surut Muslim India

Sejarah Muslim India memang mengalami pasang-surut. Masuknya Islam di Benua India India terjadi pada masa pemerintahan Kholifah Umayyah, yang mengirimkan tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad bin Qasim al Tasqafiy pada 93 H atau 712 M. Namun sebenarnya, sebelum mengirimkan tentaranya ke India, hubungan antara India dan Negara Islam, sudah terjalin dakwah Islam ke India sejak masa Rasulullah.

Dalam buku Islam in India, Prof. Husayin Nairar menceritakan bahwa Maharaja Malabar bernama Kheraman Perumal yang memerintah daerah India Selatan, dari Kanjorakot sampai Tanjung Comorin, telah berangkat ke Arabia dan mendapat kehormatan menemui Rosulullah Saw. Sewaktu pulang kembali ke India, dia membawa tiga orang sahabat nabi sebagai utusan dakwah ke India (muballigh). Yaitu, Syarif bin Malik, Malik bin Dinar, dan Malik bin Habib. Di tangan mereka inilah berkembang dakwah Islam di India Selatan. Sayang sekali, Maharaja itu telah berpulang ke rahmatullah di tengah perjalan yaitu di Zafar.

Berikutnya, langkah perang (jihad) terpaksa dilakukan mengingat begitu kerasnya , raja-raja Hindu menghalangi dakwah Islam di India. Kefanatikan mereka terhadap kemusyrikan sungguh luar biasa. Setelah futuhat, kekuasaan Islam di sana sangat terorganisasi hingga berhasil mendirikan kesultanan di New Delhi. Namun, kesultanan itu diambil-alih Dinasti Moghul pada abad ke-16. Kekuasaan dinasti keturunan Timur Lenk ini berakhir di tangan Inggris pada 1757. Lebih dari seabad, wilayah tersebut dikuasai Inggris. Tuntutan untuk memisahkan diri dari India yang dimotori Muhammad Ali Jinnah mengkristal pada 1940 dengan dibentuknya Liga Islam. Baru pada 1947 Pakistan—yang semula bagian dari India—diakui menjadi negara tersendiri sebagai dominion dalam Persemakmuran Inggris.

Meskipun Islam belum menjadi agama mayoritas di Benua India, Islam pernah memerintah di sana. Selama era Islam di India, kondisi umat Islam dan kelompok-kelompok non-Muslim jauh lebih baik. Memang, tidak semua penguasa pada era Islam di India memerintah dengan baik. Di antara mereka, ada juga yang menyimpang dari syariah Islam dan bertindak lalim terhadap rakyatnya. Bagaimanapun, pemerintahan Islam adalah pemerintahan yang dijalankan oleh manusia, yang bisa saja keliru. Di situlah letak peran rakyat , terutama ulama dan partai politik, untuk melakukan koreksi terhadap penguasa-penguasa yang menyimpang.

Namun demikian, yang jelas, berdasarkan sejarah, tidak bisa dipungkiri, bahwa selama era Islam masyarakat India mengalami peningkatan peradaban yang luar bisa. Pengaruh Islam terhadap Benua India (termasuk India sendiri ) sangat besar.

Kehadiran Islam berpengaruh terhadap seluruh tatanan kehidupan orang-orang Hindu yang musyrik dan jahiliah. Pada era Islam, terdapat kebangkitan berbagai aspek kehidupan, ekonomi, pendidikan, politik, dan lainnya. Kehadiran Islam di India juga telah mendorong meningkatnya perdagangan yang tadinya lokal menjadi lebih global. Lewat pedagang-pedagang Muslim, perdagangan India menyebar ke Timur Tengah, Mongolia, dan Indonesia di Asia Tenggara. Seiring dengan berkembangnya perdagangan internasional, penyebaran dan peningkatan sains dan teknologi juga meningkat. Penemuan kincir angin ,yang pada masa itu termasuk teknologi canggih, terjadi pada era Islam. Penggunaan ubin keramik dalam berbagai kontruksi bangunan di India di pengaruhi oleh arsitektur di Irak, Iran, dan Asia Tengah. Barang pecah-belah (yang terbuat dari tanah) banyak diadopsi dari Cina yang dibawa oleh penguasa Mughal. Pada masa pemerintahannya, Sultan Abidin (1420-1470) mengirim pekerja-pekerja yang ahli ke Samarqand untuk mempelajari penjilidan dan penggunaan kertas.

Pada era Islam jugalah berkembang kota-kota industri yang terkenal hingga saat ini. Khurja dan Siwan terkenal dengan industri tembikarnya, Morabadad dengan benda-benda yang terbuat dari kuningan, Mirzapur dengan karpetnya, Firozabad dengan benda-benda gelas, Farrukhabad dengan industri percetakannya, Sahranpru dengan ukiran kayunya, Srinagar dengan ‘papier mache’ (hasil industri yang terbuat dari bubur kertas), dan lain-lain.

Dari segi bahasa, pengaruh bahasa Arab (sebagai bahasa Islam) memunculkan bahasa Urdu. Bahasa ini mempunyai nahu Prakrit dengan perbendaharaan kata Parsi, Arab, dan Turki. Ia ditulis dengan skrip Arab tetapi diubah untuk mewakili bunyi bukan Arab. Contoh-contoh perbendaharaan kata Urdu: wajib, munsyi, dll.

Pengaruh Islam juga tampak dari teknologi bangunan yang mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Mughul. Ini tampak, misalnya, pada Gedung Kabuli Bagh di Panipat, Masjid Jami’ di Sambal dan sebuah masjid di Agra. Shah Jahan merupakan ahli bangunan yang terkenal. Salah satu karyanya adalah bangunan Taj Mahal yang banyak dipengaruhi konsep dan gaya Islam

Namun demikian, masa kegemilangan tersebut berubah menjadi penderitaan saat era Islam berakhir dan penjajah Barat masuk ke India. Diawali dengan masuknya The British East Company (1600- 1858), Inggris mulai melakukan penjajahan di India. Inggris kemudian membentuk pemerintahan kolonialnya di India (1858-1947). Seruan jihad pun dilakukan oleh kaum Muslim di India untuk mengusir Inggris.

Penderitaan pun terus berlanjut pasca kemerdekaan India (1947) . Pemerintahan nasional India, yang didominasi oleh Hindu, melakukan berbagai bentuk diskriminasi terhadap umat Islam. Hal ini membuat beberapa elit politik Muslim kemudian memisahkan diri dari India dan membentuk Pakistan. Sayang, pemisahan ini ternyata tidak menyelesaikan berbagai penderitaan umat Islam di sana. Pakistan ternyata menjadi pemerintahan sekular dan didominasi oleh militer yang banyak menyengsarakan rakyatnya.

Pembantaian Massal oleh Hindu Militan

Sulit dipungkiri, ada upaya dari negara Hindu itu untuk menutupi pembantaian massal mereka terhadap umat Islam di Gujarat. Seperti yang banyak dilaporkan, sejak terjadinya kerusuhan di Gujarat Februari 2002, ribuan kaum Muslim terbunuh, diperkosa, dan dibakar hidup-hidup. Hingga saat ini, banyak di antara mereka yang masih tinggal di kamp-kamp pengungsi dengan kondisi sangat menyedihkan. sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, sekaligus bertentangan dengan ajaran Gandi tentang ajaran ahimsa; perjuanganan tanpa kekerasan. Ironisnya, Gujarat merupakan tempat Mahatma Gandhi lahir.

Disamping, pembantaian di Khasmir yang kunjung berhenti hingga saat ini, salah satu peristiwa yang sangat menyakitkan umat Islam adalah penghancuran Masjid Babri di Ayodhya oleh militah Hindu pada 1992. Penghancuran Masjid Babri ini telah memicu tewasnya ribuan kaum Muslim yang dengan gagah berani berusaha mempertahankan masjid Allah tersebut. Penghancuran masjid ini dimotori oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Athal Bihari Fajpaye saat itu  berkuasa di India. Tidak berhenti sampai di sana, hingga saat ini, ekstremis Hindu tetap ‘ngotot’ untuk membangun kuil di atas reruntuhan Masjid Babri tersebut. Para Hindu ekstremis tetap ingin membangun kuil meskipun pemerintah India telah melarang. Ada kesan, pemerintah India hanya berpura-pura melarang, karena mereka tidak melakukan tindakan yang tegas kepada kelompok Hindu. Dengan kesombongannya, Asywak Sinagal, kepala kelompok Fisywa Hindu, menyatakan di hadapan pers bahwa kelompoknya akan tetap bertekad melanjutkan rencana mendirikan kuil di Ayodhya.

Memang sangat mengherankan, bagaimana dunia diam terhadap pembantaian kaum Muslim di Gujarat baru-baru ini. Amerika Serikat,yang sering berkoar-koar tentang HAM, juga tidak banyak berbuat. Padahal, dari bulan 28 Februari, gerombolan orang-orang Hindu membunuh sedikitnya 2000 Muslim di seluruh Gujarat.

Mayat yang hangus terbakar dan beberapa orang Muslim yang selamat dengan terluka, membuktikan bahwa orang Muslim dibakar hidup-hidup secara sistematis oleh orang Hindu. Berdasarkan laporan dari banyak saksi mata yang bisa dipertanggungjawabkan, wanita Muslim dan anak-anak perempuan diperkosa beramai-ramai dan kemudian dibakar hidup-hidup atau dipotong bagian-bagian tubuhnya untuk menyembunyikan bukti. Bahkan, para wanita Muslim yang sedang mengandung dibelah perutnya saat dia masih hidup. Dia kemudian menjadi saksi kematian bayi yang dikandungnya, sebelum dia sendiri meninggal dunia. Orang-orang Hindu dipersenjatai dengan senjata yang mematikan. Orang-orang Hindu juga diberikan data ‘intelijen’ yang rinci seperti daftar nama pemilih dan data harta milik orang-orang Islam. Dengan itu, mereka bisa menghancurkan harta kekayaan milik orang Muslim secara selektif tanpa menyentuh milik orang Hindu.

Keterlibatan Pemerintah

Smita Narula, seorang peneliti senior untuk Human Rights Watch, berkata pada 30 April, “Apa yang terjadi di Gujarat bukanlah muncul secara spontan, tetapi telah dirancang demikian teliti untuk menghancurkan kaum Muslim. Serangan ini direncanakan terlebih dulu dan digerakkan dengan keterlibatan yang luas dari polisi dan pejabat pemerintah.”

Sebenarnya, pembunuhan besar-besaran dirancang secara sengaja oleh pemerintahan Vajpayee. Beberapa bukti menunjukkan hal ini. Seperti yang dikutip oleh Eramuslim.com (13/3/2002) koran harian Kolkata, The Telegraph, menerbitkan suatu laporan detil tanggal 10 Maret yang ditulis Sujan Dutta, korespondennya di Ahmedabad. “Kerusuhan berdarah di Gujarat sebagai bagian dari gelombang pembunuhan terhadap penumpang kereta api di Godhra tanggal 27 Februari, tidak hanya secara diam-diam didukung oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh menteri kepala Narendra Modi. Modi memberi VHP jaminan waktu 24 jam untuk merancang makar pembantaian itu,” ujar Dutta.

Beberapa bukti keterlibatan Pemerintah India, antara lain: Pertama, berkenanan dengan Insiden Ghodra yang menjadi pemicu kerusuhan ini, meskipun di stasion kereta api Godhra terdapat pos polisi, dengan polisi bersenjata dan memiliki fasilitas komunikasi yang bagus untuk diminta pertolongannya, tidak ada yang berupaya untuk mencegah kejadian ini (serangan terhadap Kereta Api Sabarmati Express). Pada 27 Februari 2002, orang Hindu sedang kembali dari Ayodha dengan menggunakan kereta api. Sebelumnya, mereka ikut dalam sebuah reli anti-Muslim yang berhubungan dengan Masjid Babri. Saat mereka pulang, mereka mencela orang-orang Islam dan menolak membayar kepada pedagang Muslim. Bahkan, seorang Hindu menyeret seorang Muslimah ke kereta api. Namun, polisi tidak melakukan tindakan sama sekali.

Kedua, kementerian negara Hindu mengambil langkah segera dan sengaja untuk menjadikan isu tersebut menjadi perang terhadap orang-orang Islam. Pada tanggal 27 Pebruari, sehari setelah peristiwa Ghodhra, menteri kesehatan negara pergi sendiri ke kantor polisi di Ahmedabad dan memerintahkan polisi untuk tidak menyelamatkan orang-orang Islam.

Lebih jauh lagi, para saksi mata melaporkan, menteri-menteri negara ikut langsung memimpin massa Hindu untuk menyerang orang-orang Islam.

Sementera itu, Kepala Kementerian Negara Narenda Modi mengeluarkan pernyataan yang menghasut dan membenarkan pembantaian tersebut. Pada 1 Maret 2002, dia berkata, “Setiap tindakan mempunyai keseimbangan aksi dan reaksi.”

Ketiga, polisi negara Gujarat juga ikut terlibat aktif dalam penyerangan terhadap kaum Muslim. Saksi mata yang selamat dan meminta pertolongan polisi mendapat jawaban, “Kami tidak diperintah untuk menyelamatkan kamu!”

Para saksi mata juga melaporkan, polisi hanya berhenti dan menyaksikan pembununuhan tersebut, bahkan ikut terlibat dalam gerombolan massa Hindu yang mengamuk. Pada 28 Februari di Ahmedabad polisi ikut membunuh kaum Muslim, meskipun saat itu minoritas Muslim menjadi sasaran serangan gerombolan Hindu yang bersenjata. Komisaris Polisi Ahmedabad secara terbuka menyatakan permohonon maaf anggotanya yang ikut terlibat, “Polisi juga dipengaruhi oleh sentimen massal pada waktu itu.”

Keempat, pemerintah pusat juga secara penuh berada di belakang pemerintah negara bagian yang melakukan pembantai terhadap kaum Muslim. Pada saat itu, BPJ sedang menghadapi kekalahan dalam beberapa pemilu di negara bagian Uttar Pradesh, Uttrancahal, Punjab, dan Manipur. BJP telah menggunakan isu Masjid Babri untuk memunculkan sentimen rasial orang-orang Hindu. Apa yang terjadi di Gujarat merupakan perluasan dari strategi ini. Jadi, untuk memenangkan pemilu, BPJ telah membunuh kaum Muslim. Vajpayee sendiri memberikan komentar sinis kepada kaum Muslim seperti dalam ulasannya di Panaji Goa 12 April, “Di manapun terdapat orang Islam, mereka tidak ingin hidup bersama dengan orang lain (atau yang berbeda kepercayaan). Dari pada hidup damai, mereka ingin berkhutbah dan menyebarkan agama mereka dengan menciptakan teror pada pemikiran lain.”

Inilah yang secara konsisten dilakukan oleh negara Hindu terhadap kaum muslimin di India lebih dari 50 tahun. Untuk itu, negara Hindu ini bersekutu dengan musuh kaum Muslim yang lain seperti Israel (Yahudi) dan Amerika Serikat. Mahabenar Allah dalam firman-Nya:

]لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا[

Sesungguhnya kamu pasti akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS al-Maidah [5] : 82). source ;www.hizbut-tahrir.or.id


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.