Cinta dan Kasih Sayang 1

Imam Ja’far as shadiq r.a. “Aku yakin, makin baik seseorang dalam hal ini (yakni iman dan islam), makin besarlah cinta kepada istri-istrinya”.

Pernikahan adalah ikatan perjanjian tertinggi muamalah antara suami dan istri sehingga dalam al quran ikatan ini adalah perjanjian berat.  

 

} وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS ar-Rum [30]: 21)

Kehidupan suami istri bukanlah angka-angka mati 1+1=2, kehidupan suami istri adalah kehidupan yang tenang penuh dengan cinta, kasih dan sayang. Sesuai dengan firman Allaah ‘azza wa jalla dalam surat ar rum. Dalam perjalanannya ini semua adalah proses tergantung pasangan suami istri  berusaha untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinan mawaddah warahmah. Cinta dalam pernikahan merupakan keridhan Allaah dan makin kuat kepercayaannya kepada Allaah lebih besarlah keridhan Allaah terhadap pasangan ini.

Suami shalih itu : Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

« خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي »

Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku (HR Tirmidzi dan Ibn Majah).

Allaah ‘azza wa jalla mengasihi hambaNya yang berbuat ihsan kepada istrinya karena sesungguhnya Allaah telah memberinya kekuasaan atas istrinya dan menjadikannya pelindung bagi istrinya.

Suami harus baik dalam memperlakukan isterinya dan baik dalam bergaul dengannya.

} وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا {

Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS an-Nisa [4]: 19)

 

Dear para istri . .

RasululLah saw adalah laki-laki sempurna, suami yang terideal sampai akhir zaman, suami teladan sepanjang zaman bagi para suami yang beriman. Perlu hati yang seluas samudra kita bisa menerima apa yang telah Allaah tetapkan adalah yang terbaik bagi kehidupan kita. Lembutnya RasululLah saw bukan berarti Rasul tidak pernah marah kepada para istrinya, beliau bahkan pernah mendiamkan seluruh istrinya selama satu bulan penuh ketika para istrinya meminta uang bulanan yang saat itu RasululLah lagi kantong kering. Hal tersebut terdengar oleh abu Bakar as shidiq r.a. saat itu juga beliau mendatangi aisyah dan menampar pipi aisyah sampai keluar darah. Kita tahu abu bakar adalah sahabat paling lembut tapi dalam persoalan tertentu ada yang memang beliau perlu marah dalam hal ini adalah “apa yang dilakukan putri saya sehingga RasululLah saw mendiamkannya selama satu bulan??”. Saya ga kebayang satu bulan =((, saya pribadi kalau melihat wajah suami zutek atau tidak nanya ke saya hati seakan remuk jatuhnya jadi salting dan takut.  Dan dalam rumah tangga terjadi clash itu bisa dan sesuatu hal yang biasa. Jika suami marah bukan tandanya benci dengan istri, sang istri perlu melatih diri untuk tetap berpikir syar’i dan hati yang lapang. Segeralah hampiri suami kemudian minta maaf, ini salah satu tanda bersyukur istri kepada suami yaitu berani minta maaf dan jangan banyak menuntut ke suami.

                Istri shalihah itu : Rasulullah saw : dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw, Beliau bersabda:

« لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا »

Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang yang lain niscaya aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya (HR Tirmidzi)

Suami isteri harus memahami bahwa hubungan suami istri bukanlah bersifat kaku, seperti hitungan matematika 1 + 1 = 2!  Akan tetapi kehidupan suami isteri itu adalah ketenteraman dan ketenangan, cinta dan saling percaya. Hal itu seperti yang difirmankan oleh Allah SWT:

} لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً {

supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS ar-Rum [30]: 21)

Maka wanita wajib mentaati suaminya dan memasukkan kebahagiaan ke dalam hati suaminya, meski harus mengorbankan istirahat/rileks/kesenangannya sendiri. Ini semua butuh latihan dan proses.  

Pemberian perintah dari suami ke istri bukanlah seperti atasan ke bawahan atau tuan ke budak. Peraturan yang didasarkan kepada doktrin (asal merintah tanpa ada penjelasan), kesewenang wenangan dan ketidak adilan tidak akan perah mantap maka dari itu dasar kekuasaan suami bukannya pada rasa takut atau segan melainkan pada cinta karena Allaah. Dalam surat ar rum ada dua kata “kasih dan cinta” digunakan dalam konteks pernikahan, hal ini menunjukan perbedaan yang jelas antara kasih sayang seorang wanita dan kasih sayang seorang pria. Kasih wanita terhadap suaminya lebih besar ia memberikan jiwa dan raganya kepada suaminya. Itulah kasih. Cinta suami kepada istrinya diwarnai keunggulan nalurinya tidak ada sikap “menyerahkan diri” kepada istrinya. Itulah sayang. Hehe wajar dalam islam suami boleh memiliki istri lebih dari satu istri.

Menjaga utuh rasa cinta kasih dan sayang agar rumah tangga sakinah mawaddah warahmah tidaklah mudah kuncinya ada pada saling pengertian, saling memahami dan komunikasi. Komunikasipun bukan saling seringnya berbicara tapi kontent komunikasi, komunikasi yang efektif. Dan do’a, selalu ingat mendoakan kebaikan pasangan kita dimanapun dan kapanpun.

Betapa indahnya Allaah menciptakan manusia berpasang-pasangan dan dalam ikatan itu ada rasa cinta, kasih dan sayang. Jika ikatan ini kuat suami istri manapun pasti menginginkan kehidupan mereka di dinua berlanjut di akhirat. Dan kehidupan akhirat adalah kehidupan abadi. []

 

Love you for thousand . .  love you for thousand more =)) . . (all about loving my husband . . .)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s