Syakhshiyah islamiyah Part 1

‘Good Aqidah… good to be “Servant” For Our God Allaah ‘Azza Wa Jalla ^^

Dalam kitab Muttabanat Hizbut Tahrir yang berjudul “Min Muqawwimat [pilar-pilar pengokoh Nafsiyah”  karangan abah ‘atha ^^..  pada bab Muqadimmahnya.. dipaparkan sedikit tentang ‘ciri-ciri seorang muslim/ah yang mumtaz dan berusaha untuk selalu mumtaz syakhshiyahnya [kepribadian red].. berikut sedikit apa yang sudah saya dapatkan dari Katel [kajian internal,Red]
Seseorang yang memiliki syakhshiyah islamiyah akan senantiasa berusaha untuk

  • ‘Mustajidan’, artinya dia akan menambah ‘ilmu islam dalam konteks apapun secara terus menerus sesuai dengan kemapuannya.. tidak lelah untuk “mengobarkan, memanaskan diri” agar selalu terus menerus menambah tsaqafahnya.. ‘tiada hari tanpa membaca, baca, telaah kaji…. selalu mengasah ‘ilmunya.. senjata bagi seorang pengemban da’wah adalah ‘ilmu… tidak hanya untuk menambah dan mengetahui, tapi ‘ilmu lil ‘amal

seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, maka nasihatnya akan lenyap di hati orang yang mendengarkannya, sebagaimana hilangnya setetes embun di atas batu yang halus”
(Malik Bin Dinar)

  • Senantiasa kuat menaati hukum syara’
  • ‘Tasaqu’, melapangkan jalannya menuju kebaikan di tengah berbagai kesulitan
  • Tidak pernah takut terhadap celaan orang yang mencela ketika dia berda’wah
  • Selalu bisa beraktivitas menjalankan semua kewajibannya baik dalam kesempitan ‘istiqamah’
  • Dia akan selalu berada di depan, ketika ada amanah dia ‘yang pertama’ mengatakan ‘saya bersedia’……
  • Selalu mengambil yang utama, tidak mau yang biasa-biasa saja
  • Dia akan menjadi orang yang senantiasa dekat dengan Mihrab.. pada saat yang sama dia menjadi pahlawan perang [jihad, red] tidak takut mati…

apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku, jika mereka memenjarakanku maka itu adalah masa penyepiaanku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke suatu tempat yang jauh maka itu adalah masa pengembaraan bagiku. Jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yang semoga menjadikanku sebagai syahid”
(Ibnu Taimiyah)

  • Ketika seorang muslim/ah meningkatkan Tsaqafah islamiyahnya untuk meningkatkan ‘Aqliyahnya [pola pikir, red], dan meningkatkan ketaatannya untuk memperkuat nafsiyahnya [pola sikap, red] ketika Dia berjalan menuju puncak kemuliaan dan teguh dalam mengarungi puncak kemuliaan, bahkan semakin tinggi, dari arah yang tinggi ke yang lebih tinggi lagi dalam kondisi seperti ini dia akan menguasai Dunia dengan Hukum Syara’
  • Berusaha untuk mendapatkan kemuliaan tinggi di sisi Allaah ‘Azza Wa Jalla dengan selalu konsisten, menambah tsaqafah islam dan selalu berupaya maksimal apapun masalahnya..
  • Seseorang yang ber syakhshiyah islamiyah bukan berarti tidak akan pernah ada kecacatan, tetapi kalaulah ada, kecacatan tersebut tidak akan pernah mempengaruhi syakhshiyah-nya selama kecacatannya bukan perkara pangkal [dalam kepribadiaanya], melainkan pengecualian [kadang terjadi kadang tidak], alasannya adalah manusia bukan malaikat. Dia bisa saja melakukan kesalahan lalu memohon ampunan dan bertaubat. Bisa juga dia melakukan kebenaran, lalu memuji Allaah ‘Azza Wa Jalla atas kebaikan, karunia dan hidayah-Nya..

Pada bagian terakhir Muqadimah ini abah ‘atha mengingatkan kepada kaum muslimin khususnya para pengemban da’wah..  tentang kondisi saat ini, musuh senantiasa ‘mengepung mereka’.. sementara jika mereka tidak bersama Allaah ‘Azza Wa Jalla di tengah malam bagaimana mungkin bisa membuka jalan di tengah-tengah berbagai kesulitan? Bagaimana mungkin bisa meraih apa yang mereka harapkan?..
Jadi teringat dengan perkataan Fadhl Bin Iyad r.a.beliau mengatakan, “bukankan kekasih akan berdua-duaan dengan kekasihnya??!!!!”….

perjalanan panjang hanya bisa ditempuh dengan keseriusan dan berjalannya waktu malam. Jika seorang Musafir Menyimpang dari jalan, dan menghabiskan waktu malamnya untuk tidur, kapan ia akan sampai ke tujuan?”
(Ibnu Qayyim)

Imam ahmad bin Hambal ditanya, “kapan seorang hamba istirahat?”
Beliau menjawab, “ketika kakinya menginjak surga”
_______________________________________________________________

Alhamdulillah Finished : tertanggal 29 Des. 08 di Bandung, Sukasari II pukul 22.01 pm.
Sambil mendengarkan lagu nya Rossa “Munahajah Cinta” ^^

Tentang shinta mardhiah alhimjarry

Semoga kelak menjadi Mujtahidah dan hafidzah qur'an ^^ Tampilkan semua tulisan oleh shinta mardhiah alhimjarry

2 Tanggapan to “Syakhshiyah islamiyah Part 1”

  • ammusyahla

    Di tengah-tengah keterpurukan umat di zaman ini, muncullah suatu fenomena yang sangat menggembirakan yaitu lahirnya pergerakan-pergerakan (harokah-harokah) Islamiyah yang berusaha menyelamatkan umat dari keterpurukannya serta menjayakan umat untuk kemudian bisa melaksanakan peranan-nya sebagai kholifah di muka bumi ini……selengkapnya di http://hanifabdillah.multiply.com/journal/item/2/Gerakan_Kebangkitan_

  • firdaus1985

    nuhun…

    kalo ttg harakah2 dulu yg berusaha untuk menyelamatkan ummat dari keterpurukan…

    sy jad ingat sebuah kitab…

    at takatul hizby..

    coba cari and baca…

    terus kaitkan dengan fakta sekarang…
    nyambung dan sesuai dengan realita…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.